Autobiografi Penulis | Siapakah Saya?



Kalian Pembaca Artikel Sumber Informasi, pasti ingin tau siapa dibalik penulis ini. Sebelum membahas “Autobiografi Penulis” , Apa Arti autobiografi tersebut? mari kita simak pengertian autobiografi & Auto Biografi Penulis?



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
"Riwayat hidup pribadi yang ditulis sendiri"

Menurut Wikipedia :

Autobiografi atau otobiografi (dari bahasa Yunani αὐτός-autos sendiri + βίος-bios hidup + γράφειν-graphein menulis) adalah biografi yang ditulis oleh subjeknya (atau, dalam penggunaan modern, dikarang bersama-sama dengan penulis lain dan disebutkan sebagai "sebagaimana diceritakan" atau "dengan"). Dalam bahasa Inggris istilah "autobiography" pertama kali digunakan oleh penyair Robert Southey pada 1809,[1] namun bentuk otobiografi sendiri sudah ada sejak zaman kuno.
Pengarang biografi biasanya mengandalkan berbagai sudut pandang dan bemacam ragam dokumen, sedangkan otobiografi bisa saja didasarkan sepenuhnya pada ingatan pengarang. Otobiografi juga terkait dengan memoar, dan kadang-kadang agak sukar membedakan keduanya
Nama saya adalah Sahrani, beragama Islam dan berjenis kelamin laki-laki, Lahir di desa Sapala, Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, 13 November 1999. Hobi saya membaca artikel dan terus belajar, Sejak kecil saya tinggal di desa Sapala bersama Ayah dan Ibu. Saya adalah anak ke empat dari tujuh bersaudara dari pasangan Jaini dan Paridah, Saya terlahir di keluarga yang sederhana membuat saya terpacu untuk lebih giat lagi belajar dan berprestasi di Sekolah dan menjadikan faktor pendorong bagi keluarga kami untuk berhasil mendapatkan apa yang kami inginkan, cita-cita yang luhur tentunya. Ayahku seorang Nelayan dan Ibuku seorang Wiraswasta. Sejak kecil Kakek selalu menasehatiku agar selalu rajin beribadah, bersikap jujur dan baik terhadap sesama. 

Waktu Kecil
Kata orang tua saya, waktu kecil saya adalah seorang anak yang tidak mau terpisah dengan orangtua, waktu itu saya dimasukkan ke Taman Kanak-Kanak “TK Al-Munawarrah” yang ada di desa Sapala, saya sangat takut bahkan menangis saat memulai pendidikan di TK tersebut. Pernah saya dipukul orangtua karena tidak mau bersekolah, dengan alasan tidak ada yang mau mengantar karena ibu saya sibuk berjualan dan ayah sibuk bekerja, akhirnya saya di antar oleh kakak saya. Padahal kakak saya saat itu juga bersekolah. Saat disekolah TK saya belajar dan mencoba hal-hal yang baru dan banyak ide atau kreatif yang saya dapat, disana mulailah saya bersosialisasi sehingga saya sangat disenangi banyak kawan. Akhirnya saya termotivasi untuk sekolah bahkan tidak diantar lagi.

Masa Sekolah Dasar

Saya memasuki jenjang SD, Pada saat saya berumur 6 tahun, saya disekolahkan orangtua di SD Negeri Sapala yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang berada tepat dimana saya tinggal yaitu desa Sapala. Di sekolah tersebut saya masih termotivasi untuk belajar lebih giat, lain lagi dirumah saya dibimbing oleh kakak saya untuk belajar matematika layaknya guru les privat gratis. Akhirnya apa yang saya pelajari tidak sia-sia setiap pembagian raport saya mendapat nilai tertinggi dan menjadi juara kelas, saat dikelas enam SD saya juga mendapatkan Piagam Juara 1 dari Bupati Hulu Sungai Utara, karena saya meraih nilai tertinggi di Kabupaten Hulu Sungai Utara saat Ujian Nasional.

Masa Sekolah Sekolah Menengah Pertama

Pada tahun 2013 saya lulus sekolah dasar dan kemudian saya ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), tepatnya di SMP Negeri 3 Danau Panggang, kecamatan Paminggir, kabupaten Hulu Sungai Utara, jarak saya dengan sekolah kurang lebih berjarak 1-2 KM, dengan jarak tersebut tidak menghambat niat saya untuk sekolah sekalipun harus saya tempuh dengan berjalan kaki tiap pagi berangkat ke sekolah.
Pada kelas 7 SMP, saya sudah mengenal dunia internet dimana saya sudah memiliki Akun Facebook, Twitter, dan Gmail. Saat itu motivasi belajar saya semakin bertambah, dengan adanya google search engine memudahkan saya untuk mendapatkan informasi dan menjawab soal-soal sekolah. Walaupun saya sering mendapatkan juara, akan tetapi saya juga perlu untuk mempertahankannya dan saya sering mendapat informasi seputar motivasi, masukkan, dan konsultasi langsung melalui chattingan social media.
Saya salah satu murid lebih menurut degan perintah guru dimana saya tidak suka membolos, selalu berperilaku baik, rapi dan bersungguh-sungguh mau belajar, sehingga nilai kepribadian, keterampilan serta disiplin saya lebih tinggi dibandingkan teman-teman saya, tidak heran saya selalu di banggakan orangtua maupun guru, akan tetapi ada juga guru yang tidak menyukai saya dengan alasannya tersendiri.
Pada saat kelas 8 semester 2, saya mendapatkan peringkat 2 karena nilai dan jumlah rata-rata sama dengan teman perempuan saya, akan tetapi dihitung dari nilai PAI, PKN, Bahasa Indonesia saya termasuk rendah akhirnya saya menjadi juara 2. Dengan adanya perubahan peringkat membuat saya terharu dan bahkan saya terdiam saat ditanya orangtua, saya pun sedih dan menyesalinya tatapi pada waktu itu teman saya selalu mensupport. Saya pun tidak patah semangat, saya berusaha kembali. saat dikelas 9 SMP semester 1, akhirnya saya kembali mendapatka peringkat 1 dan saat di semester 2 kembali menurun menjadi peringkat 2. Akan tetapi nilai keseluruhan saya mendapat peringkat 1 beserta Piagam Penghargaan dari Sekolah dan Ujian Nasional juga mendapat peringkat 1, akhirnya orangtua saya bangga pada saat itu saya diwakilkan oleh ayah saya saat acara Perpisahan dan Pengukuhan Tahun 2015/2016. Akhirnya saya menyadari dimana kekurangan dan kelebihan saya, yang saya dapat saat konsultasi dimedia social dengan pakar ahlinya.

Masa Sekolah Menengah Kejuruan

Setelah lulus dari SMP Negeri 3 Danau Panggang, saya mendapati tawaran dari bapak guru SMA Danau Panggang melalui media social facebooknya agar melanjutkan sekolah ke SMA Danau Panggang, saya pun coba mendaftarkan diri ke SMA Danau Panggang melalui facebook, dengan konfirmasi bahwa Kepala Sekolah sudah mau menerima, namun karena masalah ekonomi keluarga saya, serta biaya sewa kos-kosan yang begitu besar, letaknya yang jauh dari tempat tinggal orangtua dan akhirnya kakak saya tidak menyetujui dan begitupun orangtua. Maklum SMA Danau Panggang merupakan Sekolah Menengah Atas yang menjadi sekolah favorit karena disana banyak bersekolah Anak-anak yang memiliki ilmu pengetahuan yang lebih serta biaya yang besar sehingga murid yang bersekolah disana rata-rata adalah anak orang kaya. Akhirnya saya memutuskan tidak bersekolah disana atas pertimbangan faktor kehidupan keluarga saya yang sederhana, akhirnya saya memilih SMK SAPALA untuk melanjutkan pendidikan disana ada dua jurusan yaitu Teknik Komputer Jaringan & Budidaya Perikanan,  Saya memilih jurusan Teknik Komputer Jaringan karena dorongan dari orang tua yang menyarankan menjadi Teknisi Komputer dan Instalasi Software. Dan saya berpikir untuk mengambil bidang yang saya rasa bisa saya tempuh. pada waktu pertama kali masuk saya yang berasal dari lulusan sekolah SMP Negeri 3 Danau Panggang dan teman-teman lainnya, dan saya mendapatkan seorang kawan karib yang bernama Rahmad Hidayat, dia adalah salah satu murid yang mempunyai sifat tertutup dan agak pendiam, tetapi dengan persahabatan dia dengan saya merasa cocok karena ada memiliki karakter yang tidak jauh berbeda.

Masa Praktek Kerja Lapangan



Pada tahun 2018 kelas 11 tepatnya pada 20 Februari - 20 April saya melaksanakan Prakerin di Kantor Kepala Desa Bararawa dengan alasan faktor ekonomi keluarga dan guru yang menyarankan kami. Disana saya dan teman-teman dibimbing menjadi seorang administrasi Pemerintahan Desa, dan saya belajar banyak sekali disana tentang Prosedure Melayani Masyarakat, pembuatan Surat, Penomoran Surat, Agenda Surat Masuk maupun keluar dan Bagaimana cara membuat surat yang baik dan benar.

Saya merasa bangga bisa menjalaninya dengan baik, walaupun tiap hari kami bolak-balik kepanasan, kehujanan, bahkan melewati gelombang besar menggunakan Perahu dengan bantuan mesin yang tidak mematahkan semangat kami, karena letak tempat prakerin bersebelahan dengan desa Sapala yang dipisah oleh perairan sungai Kali paminggir, jadi kami bisa pulang kerumah saat prakerin dikantor selesai.

Alhamdulillah... laporan prakerin kami sudah selesai berkat bapak (Haris, S.Kom) selaku guru kejuruan, maupun instruktur lapangan (Muhammad Latif) yang ada ditempat prakerin yang selalu membimbing dan mengawasi kami hingga 2 bulan. banyak pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan disana, sekarang saya dan teman-teman sudah memasuki kelas 12 SMK Sapala dan kamimenyiapkan strategi untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer, semoga kami semua bisa melanjutkan pendidikan baru ke Universitas/Perkuliahan.. Amiin

>>> BERSAMBUNG <<<

0 Response to "Autobiografi Penulis | Siapakah Saya?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel